LAPORAN PPTK BULAN DESEMBER 2010
Arah kebijakan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) yakni “Mengembangkan KAWASAN MINAPOLITAN dengan usaha yang bankable” dengan tujuan untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong keterkaitan desa dan kota dan berkembangnya sistem dan usaha minabisnis yang berdaya saing berbasis kerakyatan, berkelanjutan (tidak merusak lingkungan) dan terdesentralisasi (wewenang berada di Pemerintah Daerah dan Masyarakat) di Kawasan Minapolitan. Dengan berkembangnya sistem dan usaha minabisnis maka di Kawasan Minapolitan tersebut tidak saja dibangun usaha budidaya (on farm) saja tetapi juga off farm nya yaitu usaha minabisnis hulu (pengadaan sarana perikanan) dan jasa penunjangnya, sehingga akan menggurangi kesenjangan kesejahteraan pendapatan antar masyarakat, mengurangi kemiskinan dan mencegah terjadinya urbanisasi tenaga produktif, serta akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Minapolitan terdiri dari kata mina dan kata politan (polis). Mina berarti ikan dan Politan berarti kota, sehingga Minapolitan dapat diartikan sebagai kota perikanan atau kota di daerah lahan perikanan atau perikanan di daerah kota. Dalam pedoman ini, yang dimaksud dengan 'minapolitan’ adalah kota perikanan yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya system dan usaha perikanan serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan ekonomi daerah sekitarnya. Kota perikanan dapat merupakan kota menengah, atau kota kecil atau kota kecamatan atau kota perdesaan atau kota nagari yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mendorong pertumbuhan melalui pengembangan ekonomi, yang tidak terbatas, sebagi pusat pelayanan sektor perikanan, tetapi juga pembangunan sektor secara luas seperti usaha perikanan (on farm dan off farm), industri kecil, pariwisata, jasa pelayanan dll.
Kota perikanan (minapolitan) berada dalam kawasan pemasok hasil perikanan (sentra produksi perikanan) yang mana kawasan tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap mata pencarian dan kesejahteraan masyarakatnya. Selanjutnya kawasan perikanan tersebut (termasuk kotanya) disebut dengan kawasan minapolitan.
Sehubungan dengan itu, kota Bitung diharapkan menjadi sebuah kota perikanan (minapolitan) dengan sentra produksi perikanan berada di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bitung yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sebagai pusat pelayanan sektor perikanan, juga pembangunan sektor secara luas seperti usaha perikanan (on farm dan off farm), industri kecil, pariwisata, jasa pelayanan sehingga dampaknya memberikan kontribusi yang besar terhadap mata pencarian dan kesejahteraan masyarakatnya yang ada di wilayah sekitar PPS Bitung,
Pengembangan kawasan MINA POLITAN mengutamakan peran aktif masyarakat dengan fasilitasi pemerintah yang konsisten dan arif mengelola SDA untuk kesejahteraan masyarakat. Pada posisi ini sistem penyuluhan akan mengambil peran, dan Penyuluh Perikanan selaku ujung tombak dalam mensukseskan program Mina Politan tersebut. Oleh karena itu, sebagai upaya awal pemenuhan kebutuhan Penyuluh Perikanan Pusat maka direkrut Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) di wilayah kerja Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bitung dalam rangka optimalisasi penyuluhan sebagai implikasi kebutuhan di lapangan dan sebagai dinamisator untuk mendampingi pengembangan kawasan Mina Politan dan menjadikan PPS Bitung sebagai sentra perikanan di Kota Bitung.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung sebagai fasilitator dan regulator kegiatan usaha perikanan, telah berhasil menarik investor baik swasta maupun perorangan untuk berusaha dan berinvestasi di dalam kawasan pelabuhan.
Pelaksanaan kegiatan oleh kami selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak di bulan Desember 2010 adalah ikut menghadiri Rapat koordinasi penyuluh perikanan se-kota Bitung yang membahas tentang Penentuan Rencana Kerja Penyuluh Perikanan di Kota Bitung Tahun Anggaran 2011, tepatnya pada hari senin tanggal 03 Desember 2010. Kami juga ikut dalam kegiatan ’arisan penyuluh’ yang dilakukan pada hari kamis tanggal 16 Desember 2010, dimana kegiatan ini merupakan pertemuan rutin bulanan yang dilakukan oleh semua penyuluh (Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) sebagai wadah komunikasi, pertukaran informasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan sekaligus mempererat persaudaraan penyuluh di kota bitung. Output dari kegiatan ini yaitu diperolehnya informasi tentang program penyuluhan di Kota Bitung untuk tahun 2011.
Selain itu juga, kamipun ikut terlibat dalam kegiatan “Bersih-Bersih Pantai” untuk memperingati Hari Nusantara ke -11 yang jatuh tanggal 13 Desember 2010. Dalam rangka memperingati Hari Nusantara ke -11 yang jatuh tanggal 13 Desember 2010, seluruh pegawai PPS Bitung bersama warga sekitar komplek PPS Bitung menggelar kegiatan Bersih-Bersih Pantai. Peserta yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kontrak PPS Bitung melakukan penyisiran dan membersihkannya dari sampah-sampah yang berserakan di sepanjang pantai dan dermaga Pelabuhan Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 10 Desember 2010, dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan pukul 10.00. WITA. Saat ini kondisi Kawasan Pantai Pelabuhan Bitung cukup memprihatinkan dengan banyaknya sampah yang berserakan akibat dari aktivitas nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Kurangnya perhatian para nelayan atau warga sekitar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sehingga membuat kondisi disepanjang Pantai dipenuhi sampah yang berserakan.
Oleh karena itu, dengan semangat Hari Nusantara ke -11 yang jatuh tanggal 13 Desember 2010, seluruh pegawai PPS Bitung bersama warga sekitar komplek PPS Bitung menggelar kegiatan “Bersih-Bersih Pantai” di sepanjang Dermaga Pelabuhan Bitung.
Tampilkan postingan dengan label Penyuluh Perikanan tenaga Kontrak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyuluh Perikanan tenaga Kontrak. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Maret 2011
Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) V
LAPORAN PPTK BULAN NOVEMBER 2010
Pelaksanaan kegiatan oleh kami selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak di bulan November 2010 adalah diikutsertakan bergabung dalam kepanitiaan pada kegiatan Training Program Implementation Value Capture Fisheriies (VALCAPFISH). Valcapfish adalah kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan, dan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan) bersama Wageningen Internation Center For Development Inovation dalam bidang penanganan dan pengolahan hasil tangkapan ikan yang baik.
Kegiatan Valcapfish dimaksudkan agar produk perikanan di Indonesia akan menjadi lebih baik lagi mutunya, sehingga lebih mempunyai daya saing baik pasar dalam dan luar negeri, khususnya pasar ke Masyarakat Eropa. Melalui kegiatan ini diharapkan para nelayan dan inspektor perikanan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menangani ikan secara baik dan teknis inspeksi mutu di Kapal Perikanan dan Pabrik Pengolahan Ikan.
Kegiatan Valcapfish ini meliputi 5 (Lima) tahap kegiatan sebagai berikut :
Fase 1 : Inception/ Intraduction yang dilaksanakan di Jakarta dari
tanggal 16 – 19 November 2009
Fase 2 : Bench Marking Visit ke Malaysia (21 – 26 Maret 2009)
Orientation Visit ke Belanda (12 – 25 April 2010)
Fase 3 : Training Frame Work Implementation
Trining Of Trainer II (6 – 11 Juni 2010) bertempat di PPS Nizam Zachman Jakarta, Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu tanggal 4 sampai dengan 10 Agustus 2010.
Fase 4 : Training Implementation telah dilaksanakan tanggal 3 – 8
Agustus 2010 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Bondong, Jawa Timur dan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari tanggal 24 sampai dengan 26 Oktober 2010.
Pada Pada tanggal 22-25 Novemebr 2010 dilaksanakan secara paralel Training Implementation di PPS Bitung dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Jawa Tengah.
Untuk tahun 2011 direncanakan Kegiatan Pelatihan Valcapfish akan dilaksanakan di 19 Pelabuhan UPT Pusat.
Fase 5 : Establishment Of Center Of Excellent yang direncanakan akan
dilaksanakan pada tahun 2011
Pelaksanaaan Kegiatan Training Program Implementation VALCAPFISH dilaksanakan pada tanggal 22 - 25 November 2010 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang terdiri dari nelayan kapal yang menggunakan alat tangkap Purse Seine, Pole and Line, dan Hand Line. Semua peserta nelayan berasal dari wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Disamping itu, terdapat juga peserta pelatihan Fish Inspector yang di ikuti oleh 15 orang terdiri dari pengawas mutu di PPS Bitung, P2SDKP, Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Perikanan Kota Bitung, Dosen Pengajar Akademi Perikanan Bitung, dan Pabrik Pengolahan Ikan yag ada di Kota Bitung. Pelatihan dibuka oleh Kepala Pelabuhan perikanan Samudera Bitung (Ir. Mian Sitanggang, MBA).
Pelatih yang memberikan materi dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 5 (lima) orang yaitu : Ir. Samuel Hamel, M.Si (Direktur Akademi Perikanan Bitung), Suharto, S.Pi, M.Si (Lektor Kepala Kelompok Fungsional, STP Jakarta), Lumpat Sormin, A.Pi (Kepala Bagian Tata Usaha, PPS Bitung), Iketut Sumandiarsa, S.St.Pi (Pelaksana Subbagian TU, STP Jakarta), dan Lukman Nur Hakim, S.Pi (Staf Direktur Pelabuhan, Jakarta).
Kurikulum/ materi pelatihan yang diberikan berupa meteri di dalam kelas dan praktek di luar. Adapun materi yang diberikan di dalam kelas yaitu : Penanganan Ikan yang baik di atas Kapal dan saat Pembongkaran (Fish handling on board and offloading), Personal Higine (Personal Hygiene), Penilaian Mutu Ikan secara organoleptik (Identification of fish quality by using organoleptic testing), dan Metode pengesan ikan (Fish icing method).
Sedangkan praktek yang dilakukan yaitu : Praktek penilaian organoleptik ikan (Exercise in assessing organoleptic of fish), Praktek Penanganan Ikan yang baik di atas Kapal dan saat Pembongkaran (Practical of Good Handling on Board and during unloading), dan Praktek Penilaian Mutu Ikan secara organoleptik (Identification of fish quality by using organoleptic testing (continuation).
Pelaksanaan kegiatan oleh kami selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak di bulan November 2010 adalah diikutsertakan bergabung dalam kepanitiaan pada kegiatan Training Program Implementation Value Capture Fisheriies (VALCAPFISH). Valcapfish adalah kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan, dan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan) bersama Wageningen Internation Center For Development Inovation dalam bidang penanganan dan pengolahan hasil tangkapan ikan yang baik.
Kegiatan Valcapfish dimaksudkan agar produk perikanan di Indonesia akan menjadi lebih baik lagi mutunya, sehingga lebih mempunyai daya saing baik pasar dalam dan luar negeri, khususnya pasar ke Masyarakat Eropa. Melalui kegiatan ini diharapkan para nelayan dan inspektor perikanan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menangani ikan secara baik dan teknis inspeksi mutu di Kapal Perikanan dan Pabrik Pengolahan Ikan.
Kegiatan Valcapfish ini meliputi 5 (Lima) tahap kegiatan sebagai berikut :
Fase 1 : Inception/ Intraduction yang dilaksanakan di Jakarta dari
tanggal 16 – 19 November 2009
Fase 2 : Bench Marking Visit ke Malaysia (21 – 26 Maret 2009)
Orientation Visit ke Belanda (12 – 25 April 2010)
Fase 3 : Training Frame Work Implementation
Trining Of Trainer II (6 – 11 Juni 2010) bertempat di PPS Nizam Zachman Jakarta, Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu tanggal 4 sampai dengan 10 Agustus 2010.
Fase 4 : Training Implementation telah dilaksanakan tanggal 3 – 8
Agustus 2010 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Bondong, Jawa Timur dan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari tanggal 24 sampai dengan 26 Oktober 2010.
Pada Pada tanggal 22-25 Novemebr 2010 dilaksanakan secara paralel Training Implementation di PPS Bitung dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Jawa Tengah.
Untuk tahun 2011 direncanakan Kegiatan Pelatihan Valcapfish akan dilaksanakan di 19 Pelabuhan UPT Pusat.
Fase 5 : Establishment Of Center Of Excellent yang direncanakan akan
dilaksanakan pada tahun 2011
Pelaksanaaan Kegiatan Training Program Implementation VALCAPFISH dilaksanakan pada tanggal 22 - 25 November 2010 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang terdiri dari nelayan kapal yang menggunakan alat tangkap Purse Seine, Pole and Line, dan Hand Line. Semua peserta nelayan berasal dari wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Disamping itu, terdapat juga peserta pelatihan Fish Inspector yang di ikuti oleh 15 orang terdiri dari pengawas mutu di PPS Bitung, P2SDKP, Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Perikanan Kota Bitung, Dosen Pengajar Akademi Perikanan Bitung, dan Pabrik Pengolahan Ikan yag ada di Kota Bitung. Pelatihan dibuka oleh Kepala Pelabuhan perikanan Samudera Bitung (Ir. Mian Sitanggang, MBA).
Pelatih yang memberikan materi dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 5 (lima) orang yaitu : Ir. Samuel Hamel, M.Si (Direktur Akademi Perikanan Bitung), Suharto, S.Pi, M.Si (Lektor Kepala Kelompok Fungsional, STP Jakarta), Lumpat Sormin, A.Pi (Kepala Bagian Tata Usaha, PPS Bitung), Iketut Sumandiarsa, S.St.Pi (Pelaksana Subbagian TU, STP Jakarta), dan Lukman Nur Hakim, S.Pi (Staf Direktur Pelabuhan, Jakarta).
Kurikulum/ materi pelatihan yang diberikan berupa meteri di dalam kelas dan praktek di luar. Adapun materi yang diberikan di dalam kelas yaitu : Penanganan Ikan yang baik di atas Kapal dan saat Pembongkaran (Fish handling on board and offloading), Personal Higine (Personal Hygiene), Penilaian Mutu Ikan secara organoleptik (Identification of fish quality by using organoleptic testing), dan Metode pengesan ikan (Fish icing method).
Sedangkan praktek yang dilakukan yaitu : Praktek penilaian organoleptik ikan (Exercise in assessing organoleptic of fish), Praktek Penanganan Ikan yang baik di atas Kapal dan saat Pembongkaran (Practical of Good Handling on Board and during unloading), dan Praktek Penilaian Mutu Ikan secara organoleptik (Identification of fish quality by using organoleptic testing (continuation).
Langganan:
Postingan (Atom)